Minggu, 23 November 2014

Pembagian Tauhid dan Syirik

Pelajaran ke 4

Tauhid itu terbagi tiga bagian, yaitu:

  1. Tauhid Rububiyah
  2. Tauhid Uluhiyah
  3. Tauhid Asma' dan Sifat

Syirik itu terbagi tiga bagian, yaitu:

  1. Syirik Akbar (besar)
  2. Syirik Ashghar (kecil)
  3. Syirik Khafiy (tersembunyi)
Berikut masing-masing penjelasannya:  
 

1. Syirik Akbar 

Berakibat runtuhnya seluruh amal dan kekal di Neraka, bagi orang yang mati dalam keadaan syirik. sebagaimana beberapa firman Allah: "seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (Surah Al-An'am: 88). Dalam surah At-Taubah:17, "tidaklah pantas orang-orang musryik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya dan mereka kekal didalam neraka
     Orang yang mati (sedang ia masih melakukan syirik akbar ini), ia tidak akan diampuni, haram baginya Syurga. sebagaimana firman Allah: "sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia berbuat dosa yang besar. (Surah An-nisa:48).
      Diantara bentuk-bentuk (syirik akbar ini) ialah: Berdoa kepada orang mati, kepada berhala-berhala, memohon pertolongan dari mereka, bernadzar untuk mereka, menyembelih untuk mereka dan sebagainya.

2. Syirik Ashghar

Perbuatan yang penamaannya ditetapkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai syirik, akan tetapi tidak termasuk jenis syirik akbar, seperti: Riya' dalam beberapa perbuatan, bersumpah dengan selain Allah,  ucapan "Masya Allah wa sya'a Fulan" (apa yang dikehendaki Allah dan dikehendaki Fulan) dan sebagainya.
Berdasarkan sabda Rasulullah SAW: "Sesuatu yang paling aku takutkan (menimpa) kamu adalah Syirik Ashghar. Lalu beliau SAW ditanya tentang (Syirik Ashghar), beliau menjawab: (Ia adalah) Riya'". Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani serta Al-Baihaqi, dan Mahmud bin Lubaid Al-Anshari r.a, dengan sanad yang baik. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabrani dengan beberapa sanad yang baik dari Mahmud bin Lubaid, dari Rafi' bin Khudaj, dari Nabi SAW.

"Barang siapa yang bersumpah dengan sesuatu selain Allah, maka ia telah berbuat Syirik." diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sahih, dari Umar bin Khattab r.a.)

Syirik Ashghar ini tidak berakibat riddah (keluar dari agama islam), tidak pula berakibat kekal di Neraka, akan tetapi ia (syirik Ashghar) tidak sesuai dengan kesempurnaan Tauhid yang diwajibkan

3. Syirik Khafiy

Dalilnya adalah sabda Nabi SAW yang artinya:
"Maukah kamu aku beritahukan apa yang paling aku takutkan (menimpa) kamu lebih dari (takutku atasmu) terhadap Al-Masih Ad-Dajjal? Mereka (para sahabat) menjawab: Mau, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: (ia itu adalah) syirik khafiy (syirik yang tersembunyi), bahwa seseorang berdiri, lalu sholat, kemudian ia membaguskan shalatnya, karena ia melihat ada orang yang sedang memperhatikannya". Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya Al-Musnad, dari Abi Sa'id Al-Khudriy r.a.

Syirik dapat dibagi menjadi dua saja: Syirik Akbar dn Syirik Ashghar. sedang Syirik Khafiy dapat masuk pada kedua syirik tersebut. Syirik Khafiy dapat masuk pada Syirik Akbar, seperti Syirik orang-orang munafik, karena mereka menyembunyikan akidah mereka yang batil; dan menampakkan ke-Islaman mereka atas dasar riya' dan takut atas kepentingan diri mereka.
sedang Syirik Ashghar, seperti riya', sebagaimana (yang telah dijelaskan) dalam hadits Mahmud bin Lubaid Al-Anshari yang telah lalu; dan hadits Abu Sa'id diatas.

Wallahu Waliyyut Taufiq (Hanya Allah lah yang dapat memberi pertolongan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar