Minggu, 23 November 2014

Pelajaran ke 5, 6 , 7 dan 8

wahai kawan seiman, mari kita langsung saja masuk ke materinyaaa....... ok lets go

Pelajaran ke 5 RUKUN ISLAM

Rukun Islam ada lima:
  1. Beersaksi bahwa tidak ada Ilah (sesembahan yang haq) selain Allah dan Muhammad utusan Allah.
  2. Menegakkan Shalat
  3. Menunaikan Zakat
  4. Berpuasa pada bulan Ramadhan
  5. Menunaikan Haji ke Baitullah AL-Haram bagi orang yang mampu

Pelajaran ke 6 Syarat-syarat Shalat

  1. Islam
  2. Akal (berakal)
  3. Tamyis (mampu membedakan antara baik dan buruk)
  4. Tidak berhadats
  5. Menghilangkan najis
  6. Menutup aurat
  7. Tiba waktu shalat
  8. Mneghadap kiblat
  9. Niat
Tamyis ialah: kondisi akal anak kecil jika sudah sampai berumur tujuh tahun (Muraji' Tarjamah)

Pelajaran ke 7 Rukun-rukun Shalat

Rukun-rukun Shalat ada 14, yaitu:
  1. Berdiri, jika mampu
  2. Takbiratul-ihram
  3. Membaca surah Al-Fatihah
  4. Ruku'
  5. I'tidal setelah ruku'
  6. Sujud atas 7 anggota tubuh
  7. Bangkit dari sujud
  8. Duduk antara dua sujud
  9. Thuma'ninah (tenang) pada seluruh gerakan
  10. Tertib (runtut) pada (pelaksanaan) rukun-rukun (Shalat)
  11. Tasyahud Akhir
  12. Duduk pda Tasyahud Akhir
  13. Bershalawat untuk Nabi SAW
  14. Dua kali salam
Sujud atas 7 anggota tubuh yaitu: Dua telapak tangan, dua lutut, duatelapak kaki dengan menempelkan ujung hari-jari, dahi dan hidung (Muraji' Tarjamah)

Pelajaran ke 8 Kewajiban-kewajiban Shalat

Hal-hal yang wajib dalam shalat ada 8, yaitu:
  1. Seluruh ucapan takbir, selain Takbiratul-Ihram
  2. Ucapan "Sami'allahi liman hamidah" (Allah Maha Mendengar orang yang memuji-Nya) bagi imam dan munfarid (orang yang shalat sendiri)
  3. Ucapan "Rabbanaa walakal-hamd" (Ya Rabb kami, hanya untuk Mu segala puji).
  4. Ucapan "Subhaana Rabbiyal-Azhiim" (Maha Suci Allah Yang Maha Agung) dikala ruku'
  5. Ucapan "Subhaana Rabbiyal-A' la" (Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi) dikala sujud
  6. Ucapan "Rabbighfirlii" (Ya Allah, ampunilah aku), dikala duduk antara dua sujud
  7. Tasyahud Awal
  8. Duduk pada Tasyahud Awal

Pembagian Tauhid dan Syirik

Pelajaran ke 4

Tauhid itu terbagi tiga bagian, yaitu:

  1. Tauhid Rububiyah
  2. Tauhid Uluhiyah
  3. Tauhid Asma' dan Sifat

Syirik itu terbagi tiga bagian, yaitu:

  1. Syirik Akbar (besar)
  2. Syirik Ashghar (kecil)
  3. Syirik Khafiy (tersembunyi)
Berikut masing-masing penjelasannya:  
 

1. Syirik Akbar 

Berakibat runtuhnya seluruh amal dan kekal di Neraka, bagi orang yang mati dalam keadaan syirik. sebagaimana beberapa firman Allah: "seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. (Surah Al-An'am: 88). Dalam surah At-Taubah:17, "tidaklah pantas orang-orang musryik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya dan mereka kekal didalam neraka
     Orang yang mati (sedang ia masih melakukan syirik akbar ini), ia tidak akan diampuni, haram baginya Syurga. sebagaimana firman Allah: "sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia berbuat dosa yang besar. (Surah An-nisa:48).
      Diantara bentuk-bentuk (syirik akbar ini) ialah: Berdoa kepada orang mati, kepada berhala-berhala, memohon pertolongan dari mereka, bernadzar untuk mereka, menyembelih untuk mereka dan sebagainya.

2. Syirik Ashghar

Perbuatan yang penamaannya ditetapkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai syirik, akan tetapi tidak termasuk jenis syirik akbar, seperti: Riya' dalam beberapa perbuatan, bersumpah dengan selain Allah,  ucapan "Masya Allah wa sya'a Fulan" (apa yang dikehendaki Allah dan dikehendaki Fulan) dan sebagainya.
Berdasarkan sabda Rasulullah SAW: "Sesuatu yang paling aku takutkan (menimpa) kamu adalah Syirik Ashghar. Lalu beliau SAW ditanya tentang (Syirik Ashghar), beliau menjawab: (Ia adalah) Riya'". Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani serta Al-Baihaqi, dan Mahmud bin Lubaid Al-Anshari r.a, dengan sanad yang baik. Diriwayatkan pula oleh Ath-Thabrani dengan beberapa sanad yang baik dari Mahmud bin Lubaid, dari Rafi' bin Khudaj, dari Nabi SAW.

"Barang siapa yang bersumpah dengan sesuatu selain Allah, maka ia telah berbuat Syirik." diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sahih, dari Umar bin Khattab r.a.)

Syirik Ashghar ini tidak berakibat riddah (keluar dari agama islam), tidak pula berakibat kekal di Neraka, akan tetapi ia (syirik Ashghar) tidak sesuai dengan kesempurnaan Tauhid yang diwajibkan

3. Syirik Khafiy

Dalilnya adalah sabda Nabi SAW yang artinya:
"Maukah kamu aku beritahukan apa yang paling aku takutkan (menimpa) kamu lebih dari (takutku atasmu) terhadap Al-Masih Ad-Dajjal? Mereka (para sahabat) menjawab: Mau, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: (ia itu adalah) syirik khafiy (syirik yang tersembunyi), bahwa seseorang berdiri, lalu sholat, kemudian ia membaguskan shalatnya, karena ia melihat ada orang yang sedang memperhatikannya". Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam kitabnya Al-Musnad, dari Abi Sa'id Al-Khudriy r.a.

Syirik dapat dibagi menjadi dua saja: Syirik Akbar dn Syirik Ashghar. sedang Syirik Khafiy dapat masuk pada kedua syirik tersebut. Syirik Khafiy dapat masuk pada Syirik Akbar, seperti Syirik orang-orang munafik, karena mereka menyembunyikan akidah mereka yang batil; dan menampakkan ke-Islaman mereka atas dasar riya' dan takut atas kepentingan diri mereka.
sedang Syirik Ashghar, seperti riya', sebagaimana (yang telah dijelaskan) dalam hadits Mahmud bin Lubaid Al-Anshari yang telah lalu; dan hadits Abu Sa'id diatas.

Wallahu Waliyyut Taufiq (Hanya Allah lah yang dapat memberi pertolongan)

RUKUN IMAN

Rukun Iman ada enam:
  1. Beriman kepada Allah
  2. Beriman kepada para Malaikat-Nya
  3. Beriman kepada Kitab-kitab Nya
  4. Beriman kepada para Rasul-Nya
  5. Beriman kepada Hari Akhirat
  6. Beriman kepada Qada dan Qadar (ketentuan Allah, baik dan buruknya)

Ma'na dan Syarat La Ilaha Illa Allah

Lanjut ke pelajaran ke dua.....
Assalamu Alaikum..... langsung saja yah kawan seiman...

yaitu: Penjelasan tentang arti persaksian "La Ilaha Illa Allah, Muhammad Rasulullah".
  • La Ilaha: Tidak ada Ilah, berarti meniadakan seluruh sesembahan selain Allah.
  • Illa Allah: selain Allah, berarti menetapkan ibadah hanya untuk Allah semata dan tidak menjadikan sekutu bagi-Nya.
Ilah adalah Dzat yang disembah dengan cinta, takut, harapan dan ketaatan kepada-Nya (Muraji' Tarjamah)

Syarat-syarat (sahnya persaksian) La Ilaha Illaallah, sebagai berikut:
  1. ilmu yang tidak dicampuri dengan kejahilan
  2. keyakinan yang tidak dicampuri dengan keraguan
  3. ikhlas yang tidak dicampuri dengan syirik
  4. kejujuran yang tidak dicampuri dengan dusta
  5. cinta yang tidak dicampuri dengan kebencian
  6. ketaatan yang tidak dicampuri dengan pembangkangan
  7. penerimaan yang tidak dicampuri dengan penolakan
  8. pengingkaran terhadap seluruh yang disembah selain Allah
Syarat-syarat diatas terhimpun pada dua bait syair berikut:
Ilmu, keyakinan dan ikhlas serta kejujuran bersama cinta dan  taat serta menerimanya
Ditambah (syarat) yang kedelapan (adalah pengingkaran) terhadap seluruh yang disembah selain Allah

bersambung ke pelajaran berikutnya.......

Surah Al-Fatihah

Assalamu alaikum,  mohon izin untuk membagi ilmu untuk kawan seiman dan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. amin. saya lansung memulai......
Syarat pertama untuk menjalankan ibadah Sholat bagi muslim dan muslimah yang sudah baligh (dewasa) harus bisa menghafal surah Al-Fatihah dan surah-surah pendek lainnya.
Yaitu dengan mempelajari surah Al-Fatihah dan sedapat mungkindari surah-surah pendek, dari surah Az-Zalzalah sampai surah An-Naas, dengan cara talqin (mengikuti bacaan guru), memperbaiki bacaan dan hafalannya serta menjelaskan hal-hal yang wajib difahami
jadi bagi orang tua yang budiman marilah kita mengajarkan al-qur'an kepada buah hati sedini mungkin agar saat menjelang balighnya anak kita tidak kwalahan untuk menghafalkan surah-surah dalam Al-qur'an saat waktu untuk mendirikan sholat.